Natalia Nada Dan Maria Magdalena Resmi Dicabut Dari Kepemimpinan Greenblack

Setelah 1 minggu Ricky Alexander ditugaskan ke Cinangneng, terjadi bentrok antara dia dengan kaum wanita disana.

Bentrok itu terjadi selama berminggu – minggu bahkan sampai saat ini (10 Desember 2020) keadaan belum membaik.

Pada tanggal 8 Desember 2020, Ricky bersama Marfin beranggapan bahwa Wanita adalah biang kerok dari segalanya dan tidak cocok dijadikan pemimpin dalam Organisasi, yang berhak menjadi pemimpin hanyalah dari kaum pria, hal ini ditentang oleh Natalia dan Maria, sampai terjadi debat dan hasilnya terjadi adegan ‘jaga jarak’ antara Ricky, Marfin, Musa dengan Natalia dan Maria.

Marfin menyarankan Ricky untuk mengubah formasi Greenblack, dengan menghapus Natalia dan Maria dari jabatannya sebagai pemimpin menjadi anggota. Awalnya Ricky tidak setuju dengan niat Marfin dengan alasan Natalia dan Maria adalah dua orang yang sudah ada sejak awal Greenblack lahir, dan sudah menjadi ikon Organisasi. Banyak sejarah yang tercatat bersama mereka berdua.

Hari berlalu, bentrok menjadi semakin keras, Ricky kemudian mempertimbangkan niat Marfin untuk menurunkan Jabatan Natalia dan Maria dari Pemimpin menjadi Anggota, dan Ricky bersama Marfin setuju untuk menjadikan Mega, Detha, Kiko, David yang adalah mantan pemimpin RED (sekarang pemimpin Greenblack-RedSide daerah Medan) untuk menjadi bagian dari kepemimpinan Greenblack arus utama.

Mega, Detha, Kiko, dan David setuju dengan keputusan dari Ricky Alexander. begitupula dengan Marfin dan juga Musa.

Hasilnya, Maria Magdalena geram dengan keputusan tersebut, dan dia memutuskan untuk keluar dari Greenblack, diikuti oleh Natalia.

Sebagian besar anak didik dari Natalia dan Maria masih berada di tubuh Greenblack, dan sebagiannya lagi ikut keluar bersama mereka berdua.

Formasi Greenblack yang saat ini adalah formasi baru yang baru di isi oleh 7 orang, masih kurang satu. Diharapkan dengan formasi baru ini, Greenblack menjadi semakin jaya dan tak terkalahkan.

Tinggalkan komentar